Hujan menyebar wangi tanah
Menyeruak ke atas rongga langit
Gelap, bergemuruh
Rasanya takut, saat gemuruh langit berkecamuk
dengan riuh angin
Tapi hari ini, buliran air itu jatuh
Bagai penyegar tanah surga yang fana
Sungai beriak kecil dengan segala rupa ekosistem
di dalamnya.
Ikan kecil, udang kali, siput air, sampai
katak pun membuat tarian lucu, menyambut rasa gembiranya pada hujan
Sungguh, tak ada lagi yang membuat tangis itu
meluruh
Selain pada kedatangan air yang bergelimang
Bapak tani heboh kegirangan, penduduk desa pun
berhambur penuh syukur
Mungkin, penghuni ternak pun bersorak bukan
kepalang
Malam itu juga mereka siap berpesta
Tak peduli seberapa tebal dinding malam yang
dingin tak berbulu
Kepada Mu, wahai Tuan pagi serta petang
ucapan syukur ini menguap tak terbendung
menandingi emasnya sumber air yang penuh lagi terisi
berkahi atas hujan,
dan jauhkanlah bumi ini dari jeritan sakitnya
Oleh: Kartika Affandi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar