Jika kita menghayati makna belajar
yang sesungguhnya, bahwa sebenarnya setiap hari itu kita belajar, begitu banyak
hal yang tidak diajarkan di sekolah formal tapi justru dihadapi langsung dalam kehidupan.
Bagaimana cara tahu bahwa kita
ikhlas hati, kalau kita tidak bertemu dengan masalah. Dan tahu pahitnya gagal,
kalau tidak mengalami sendiri?
Apa diajarkan bagaimana agar kita
jadi orang yang kuat tanpa kita dikasih ujian? Nggak!
Kalau kita minta menjadi orang yang
sabar, maka tidak serta-merta akan diberikan orang-orang yang sabar di sekitar
kamu. Biasanya kita akan dipertemukan dengan orang-orang yang akan menguji
tingkat kesabaran itu sendiri. Semuanya akan kita dapatkan dari “sekolah
kehidupan”.
Sekolah kehidupan memang gak punya
ijazah, gak punya tittle. Tapi sekolah itulah yang akan memberikan label pada
kita, seperti apa kita ingin dikenal dalam hidup. Apakah seorang pribadi
yang kuat? sang penakluk impian?
seorang dermawan, si pekerja keras, seorang yang tangguh, atau tittle-tittle hidup lainnya yang tidak bisa kita dapatkan dari sekolah biasa.
Dan itu semua sama, akan ada
tingkatannya. Hanya saja kita tidak pernah tahu polanya. Apakah tiap
caturwulan, semester, atau dasawarsa. Itu rahasia sang pemilik sekolah itu
sendiri. Sama hal nya seperti ingin naik tingkat kuliah, “Lulus Ujian”.
Hem tidak hanya lulus dalam ujian
bukan? Masih ada absen dan tugas-tugas. Ujian hanya untuk memastikan bahwa kita
bisa.
Persis! Sekolah kehidupan pun akan
memberikan nilai pada setiap ujian kehidupan yang diberikan. Apakah kita layak
untuk mendapatkan keinginan kita , impian-impian kita, kebahagiaan, dan banyak
hal lainnya. Ujian itu dimana pun akan selalu ada. Karena hanya dengan ujian,
orang bisa melakukan refleksi dan melihat sejauh mana dia telah berhasil
melangkah. Itu idealnya. Hidup itu harus sesuai dengan aturan mainnya
Tentu sangat sederhana! Tapi kalau
bisa melakukannya , semua ujian dijamin bisa dengan mudah dijalani.
Tiga hal yang pertama akan saya
sebutkan. Sulit atau tidak nya semua tergantung pada pikiran. Jika kita bilang
sulit, maka ini akan sulit. Tapi jika bilang mudah, maka pikiran dan semua
tubuhmu akan bilang mudah, dan dia akan bergerak mengikuti pikiranmu yang mengatakan mudah.
1. Tidak
menggunakan jarimu untuk menunjuk dan menyalahkan orang lain.
Mungkin kegagalan
itu ada pada diri kamu sendiri. Bukan juga jadi terus menyalahkan diri sendiri
, tapi kita diajak untuk melihat sebuah permasalahan secara menyeluruh dan
mengevaluasi peran kita sendiri terlebih dahulu sebelum menunjuk orang lain.
Fokuslah pada pemecah masalah, bukan terus mengambinghitamkan orang lain.
2. Putuskan
rantai dendam yang ada dalam diri sendiri. Dendam membuat hati menjadi keruh,
kotor, butek, lemah dan nantinya akan membusuk. Ibarat perang, hati adalah
panglima. Bayangkan,sang panglima tertinggi yang harus membuat
keputusan-keputusan penting dalam waktu singkat malah terbaring sakit, lemah
tak berdaya.
D E N D A M :
- Kecewa ?
- Marah ?
- Penyesalan?
- Keputusasaan?
- Masalalu?
- Sakit hati?
- Benci?
3. Mudah diucapkan, namun ketir dijalani.
Tapi jika kita bisa, maka yang satu ini adalah penyumbang kesuksesan yang
paling besar. YAITU, I K H L A S.
Ikhlas adalah
bersyukur, bahwa apa yang kita dapat hari ini ialah hal terbaik yang diberikan
oleh Sang Pemilik Rezeki. Bahwa, masalah yang kamu hadapi saat ini adalah
rezeki terbaik bagi kamu. Ingatlah! Dia tidak pernah salah memilihkan peran dan
skenario hidup seseorang.
Tidak usah
terburu-buru, endapkan dulu. Semua ini proses.. terapkan sedikit demi sedikit
dalam hidup mu. Nanti akan terbiasa..
“Bisa itu karena
biasa ‘kan?
Jika kita sudah
tahu aturan mainnya, yakinlah kamu akan melesat cepat. Mungkin kamu memang
hadir dengan semua ini,karena kamu punya tugas khusus. Barangkali kamu itu
diutus jadi peri cahaya untuk di sekitarmu layaknya cahaya matahari.
Kamu adalah luar
biasa. Kamu hebat! Kamu akan jadi pusaran energi positif buat orang lain. Kamu
akan menolong orang lain yang sedang tersesat dalam gelap karena putus asa dan
menunjukkan kembali jalan mereka dengan
cahaya kamu. Jangan biarkan selembar saham pikiran positif mu terjual kepada
badit pikiran negatif itu.
Dan satu lagi!
Perbaiki
hubunganmu dengan pemilik jiwa-mu dan Dia akan mengurus semua urusanmu di
dunia, serumit apapun itu! Karena ia bukan mengirim derita, melainkan dia ingin
lebih dekat denganmu!
Ya, bahwa usia ini
sudah tidak membutuhkan toleransi atas tiga kata ;
Tidak ada komentar:
Posting Komentar