Jumat, 28 Desember 2012

Sekolah Kehidupan


Jika kita menghayati makna belajar yang sesungguhnya, bahwa sebenarnya setiap hari itu kita belajar, begitu banyak hal yang tidak diajarkan di sekolah formal tapi justru dihadapi langsung dalam kehidupan.
Bagaimana cara tahu bahwa kita ikhlas hati, kalau kita tidak bertemu dengan masalah. Dan tahu pahitnya gagal, kalau tidak mengalami sendiri?
Apa diajarkan bagaimana agar kita jadi orang yang kuat tanpa kita dikasih ujian? Nggak!
Kalau kita minta menjadi orang yang sabar, maka tidak serta-merta akan diberikan orang-orang yang sabar di sekitar kamu. Biasanya kita akan dipertemukan dengan orang-orang yang akan menguji tingkat kesabaran itu sendiri. Semuanya akan kita dapatkan dari “sekolah kehidupan”.

Sekolah kehidupan memang gak punya ijazah, gak punya tittle. Tapi sekolah itulah yang akan memberikan label pada kita, seperti apa kita ingin dikenal dalam hidup. Apakah seorang pribadi yang kuat?  sang penakluk impian? seorang dermawan, si pekerja keras, seorang yang tangguh, atau tittle-tittle hidup lainnya yang tidak bisa kita dapatkan dari sekolah biasa.

Dan itu semua sama, akan ada tingkatannya. Hanya saja kita tidak pernah tahu polanya. Apakah tiap caturwulan, semester, atau dasawarsa. Itu rahasia sang pemilik sekolah itu sendiri. Sama hal nya seperti ingin naik tingkat kuliah, “Lulus Ujian”.
Hem tidak hanya lulus dalam ujian bukan? Masih ada absen dan tugas-tugas. Ujian hanya untuk memastikan bahwa kita bisa.

Persis! Sekolah kehidupan pun akan memberikan nilai pada setiap ujian kehidupan yang diberikan. Apakah kita layak untuk mendapatkan keinginan kita , impian-impian kita, kebahagiaan, dan banyak hal lainnya. Ujian itu dimana pun akan selalu ada. Karena hanya dengan ujian, orang bisa melakukan refleksi dan melihat sejauh mana dia telah berhasil melangkah. Itu idealnya. Hidup itu harus sesuai dengan aturan mainnya
Tentu sangat sederhana! Tapi kalau bisa melakukannya , semua ujian dijamin bisa dengan mudah dijalani.
Tiga hal yang pertama akan saya sebutkan. Sulit atau tidak nya semua tergantung pada pikiran. Jika kita bilang sulit, maka ini akan sulit. Tapi jika bilang mudah, maka pikiran dan semua tubuhmu akan bilang mudah, dan dia akan bergerak  mengikuti pikiranmu yang mengatakan mudah.

1.       Tidak menggunakan jarimu untuk menunjuk dan menyalahkan orang lain.
Mungkin kegagalan itu ada pada diri kamu sendiri. Bukan juga jadi terus menyalahkan diri sendiri , tapi kita diajak untuk melihat sebuah permasalahan secara menyeluruh dan mengevaluasi peran kita sendiri terlebih dahulu sebelum menunjuk orang lain. Fokuslah pada pemecah masalah, bukan terus mengambinghitamkan orang lain.

2.       Putuskan rantai dendam yang ada dalam diri sendiri. Dendam membuat hati menjadi keruh, kotor, butek, lemah dan nantinya akan membusuk. Ibarat perang, hati adalah panglima. Bayangkan,sang panglima tertinggi yang harus membuat keputusan-keputusan penting dalam waktu singkat malah terbaring sakit, lemah tak berdaya.

                                      
 D E N D A M :

- Kecewa ?
- Marah ?
- Penyesalan?
- Keputusasaan?
- Masalalu?
- Sakit hati?
- Benci?

3.       Mudah diucapkan, namun ketir dijalani. Tapi jika kita bisa, maka yang satu ini adalah penyumbang kesuksesan yang paling besar.  YAITU,  I K H L A S.

Ikhlas adalah bersyukur, bahwa apa yang kita dapat hari ini ialah hal terbaik yang diberikan oleh Sang Pemilik Rezeki. Bahwa, masalah yang kamu hadapi saat ini adalah rezeki terbaik bagi kamu. Ingatlah! Dia tidak pernah salah memilihkan peran dan skenario hidup seseorang.

Tidak usah terburu-buru, endapkan dulu. Semua ini proses.. terapkan sedikit demi sedikit dalam hidup mu. Nanti akan terbiasa..
“Bisa itu karena biasa ‘kan?

Jika kita sudah tahu aturan mainnya, yakinlah kamu akan melesat cepat. Mungkin kamu memang hadir dengan semua ini,karena kamu punya tugas khusus. Barangkali kamu itu diutus jadi peri cahaya untuk di sekitarmu layaknya cahaya matahari.

Kamu adalah luar biasa. Kamu hebat! Kamu akan jadi pusaran energi positif buat orang lain. Kamu akan menolong orang lain yang sedang tersesat dalam gelap karena putus asa dan menunjukkan kembali  jalan mereka dengan cahaya kamu. Jangan biarkan selembar saham pikiran positif mu terjual kepada badit pikiran negatif itu.

Dan satu lagi!
Perbaiki hubunganmu dengan pemilik jiwa-mu dan Dia akan mengurus semua urusanmu di dunia, serumit apapun itu! Karena ia bukan mengirim derita, melainkan dia ingin lebih dekat denganmu!
Ya, bahwa usia ini sudah tidak membutuhkan toleransi atas tiga kata ;


“Aku tidak mengerti!”

Tidak ada komentar:


Blogger templates

Free Bunny Carrot MySpace Cursors at www.totallyfreecursors.com

Pages - Menu

 

Copyright 2010 Beranda Senja.

Theme by WordpressCenter.com.
Blogger Template by Beta Templates.