Kamis, 06 Juni 2013

Ranah Kekosongan


“Disini tempat Si Pengkritik Palsu!”
                          
Terlalu pahit berjalan ke depan tanpa seorang teman. Tapi tetap ada yang membiarkannya sepi, tak berpenghuni.
Dalam ramai di sebuah tempat itu Ia hanya terus berjalan, menelusuri tiap deretan rak yang tersusun rapi. Ada yang sepi, ada yang sesak dilabuhi. Ada tempat dimana hanya orang-orang yang menyukai jenisnya.

“Romansa remaja?”,Sepertinya bertumpuk di tempat itu. Hanya terlalu banyak yang numpang lewat saja, sambil sesekali memilih dan melihat-lihat sebagian. Ada pula
yang asyik membacanya dengan segenap niat, karna mungkin terlalu sayang membelanjakan uangnya untuk sekedar buku macam itu. Tapi sesekali sepertinya seru juga untuk dibaca. Terlebih, tak semua buku macam itu sampah. Seperti jenis romannya yang penuh makna.. disulap akan keindahan bahasa dan realita kisahnya, dibumbui oleh luasnya imajinasi dan rekaan fiksinya, sehingga menarik mereka yang merasa bahwa pada sebagian kisahnya sama,
“OH.. Ini passs sekali dengan yang saya alami saat ini.” , atau“Hem.. yaa.. kenangan itu pernah saya alami beberapa silam.”, “ingat kisah masa muda.” , dan lain sebagainya.

Selalu bertanya pada rak-rak yang memajang kumpulan benda yang seringnya disebut “jendela ilmu”. Brlembar-lembar, tak sedikit, sampai harga pun tak tanggung melejit! bisa seharga dengan satu potong baju, atau sepatu, atau dibelikan ke tempat resto untuk sekedar memanjakan isi perut yang nikmat dan lebih mengenyangkan dibanding hal lain.

Di sebuah bagian, yang berulaskan “Novel”.. dan selalu yang ditemukan ialah romansa abadi. Mengapa dalam sastra lebih sering ditemukan kisah-kisah picisan? Bahkan sempat terfikir bagaimana sang novelis jika tidak mengambil tema untuk hal yang satu itu. Jarang sekali menemukannya dengan isi yang berbeda, yang lebih mengena. Sekalipun ditemukan yang lebih berbobot, pasti kisahnya pun dibumbui oleh roman picisan.

Helaan nafasnya yang sempat tertahan dan terhempas. Kini mengajaknya kembali berjalan dan memikirkan satu-satunya hal yang dipertanyakannya. “Adakah yang dapat melenyapkan ini?” menjauhkan mata, telinga, dan pikiran klise yang selalu terpaut dalam kisah roman, yang sebenarnya.. tak dipungkiri.. “hey, ini sebagian realita yang diimajinasikan lebih!”

Ia pun segera pergi, menyinggahi rak-rak yang berbau sosial dan psikologi. Melirik rak tetangga, cukup banyak mereka berdiri berlama-lama untuk membaca di tempat itu. Klasifikasi manusia dengan kecanduan ilmu yang berbeda, yang lebih bermanfaat, dan.. tak memandang usia. “Bisnis?” begitu menantang dan membuat rasa penasaran. Untuk jiwa-jiwa yang giat mensukseskan diri. Ya setidaknya sudah berusaha mau mencari ilmunya, dan tentunya dalam bidang yang luas.

Ia sudah berada di tempat yang menjauhkannya dari sebuah kenangan dan angan-angan, sekedar untuk menjiwai kisahnya yang mungkin kefiksiannya ikut terbawa dalam kehidupan. Bertingkatlah khayalnya yang sudah tinggi!
Ya, memang hal itu akan selalu dirasa. Lalu apa inspirasi dari mereka sang penulis maya? Apakah utuh sebuah imaji, atau bentuk pelampiasan diri? Yang tak sanggup membendung kewarasan akibat khayal ceritanya sendiri bersama tokoh yang dibuatnya dan dihidupkannya dalam sebuah kisah.

“Klise..”, tak ada yang seindah itu.. realita selalu dilanda kerumitan yang tak selalu menjanjikan. Pada hati yang selalu dicitakan sediri, di do’akan dalam sepi, dan semua diserahkan pada sang pencipta diri.

Manusia.. berjuang menuju titik yang sama dengan diri sendiri. Benda yang menarik pikir untuk tetap dipilah-pilih. Tanpa kendali, bisa jadi benda itu penambah imajinasi gila! Kembali, pada akhirnya semua yang diceritakan tak pernah berakhir sejalan. Skenario palsu untuk memanggil kejiwaan pada dunia fiksi, yang akhirnya menemuka kata “Ya”, “mengangguk dalam diam”, “tersenyum sendiri”, atau malah.. semakin menjadi, khayal  yang dibuat semakin bertambah untuk diyakinkan dan terkuras untuk selalu dipikirkan.
“Mengapa selalu Kau yang menjadi bahan imajinasi?.....”



Tertanda
Pengembara Dunia Fiksi.

Tidak ada komentar:


Blogger templates

Free Bunny Carrot MySpace Cursors at www.totallyfreecursors.com

Pages - Menu

 

Copyright 2010 Beranda Senja.

Theme by WordpressCenter.com.
Blogger Template by Beta Templates.