Berjalan pada pelataran ini kembali mengingati agar aku terus berjalan menyusuri tikungan demi tikungan selanjutnya. Misteri. Bayangnya, hal itu tak bisa terprediksi, melangkah sejauh apa pun tetap saja senja terbungkus rapi dengan segala kenangannya. Untuk kemudian, aku bersemi mekar, cantik nantinya seperti Dandelion Kuning yang selalu berkelana lepas mengikuti jejak angin berembus. Selalu punya harapan baru, mimpi baru pada suatu hari yang baru.
Kapas putih itu tidak akan lama hidupnya,
